NOVENA TIGA SALAM MARIA

Agustus 4, 2008

Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.

Baik keluhuran Tuhan, penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar sesuai dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tidak akan menolakmu.

Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormat besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St. Mechtildes yang kau beritahukan tentang kebaikan doa “Tiga Salam Maria”, yang sangat besar manfaatnya itu.

Salam Maria………..

Salam Maria………..

Salam Maria………..

(Permohonan)

……………………..

Perawan suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengatahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.

Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapi ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diri seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.

O Maria, Bunda kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini, Aku memohon berdasarkan atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu melalui Sabda Ilahi kepadamu.

Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari Poto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi “Tiga Salam Maria” aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu.

Salam Maria………..

Salam Maria………..

Salam Maria………..

(Permohonan)

……………………..

O Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai “Bunda yang penuh belas kasih”, aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu kepadaku.

Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab sering kali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Putera-mu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun akau sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hati kudusmu.

Engkau memperkenalkan diri sebagai “Bunda para pendosa yang bertobat” kepada St. Brigita, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.

O Bunda, Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolonganmu engkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama St. Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi “Tiga Salam Maria”, aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.

Salam Maria………..

Salam Maria………..

Salam Maria………..

(Permohonan)

……………………..

Keterangan:

1. Sebaiknya ditambahkan doa:

Bunda Maria, Bunda yang baik dan murah hati, jauhkanlah (diriku), (dia), (kami) dari dosa berat.

2. Jika permohonan Anda mengenai perkara besar dan penting, hendaklah melakukan novena ini 3 (tiga) kali berturut-turut.

3. Untuk memperbesar kemungkinan akan terkabulnya permohonan Anda, dapat pula Anda berjanji pada Bunda Maria:

  • Tiap pagi dan petang setia berdoa “Salam Maria”
  • Mengumumkannya kalau permohonan Anda itu telah dikabulkan, sebagai tanda terima kasih dan penghormatan kepada Bunda Maria yang tersuci.
Evangelisasi 2000 – Lumen 2000

AKU PERCAYA

Agustus 4, 2008

Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi;

dan akan Yesus Kristus, PutraNya yang tunggal, Tuhan kita;

Yang dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria;

Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;

Disalibkan, wafat, dan dimakamkan;

Yang turun ke tempat penantian;

Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;

Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa;

Dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan yang mati.

Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal.

Amin.

SALAM MARIA

Agustus 4, 2008

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,

Terpujilah engkau di antara wanita,

dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.

Santa Maria Bunda Allah,

Doakanlah kami yang berdosa ini,

Sekarang dan waktu kami mati,

Amin.

BAPA KAMI

Agustus 4, 2008

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu,

Datanglah kerajaan-Mu,

Jadilah kehendak-Mu,

Di atas bumi seperti di dalam surga,

Berilah kami rejeki pada hari ini,

Dan ampunilah kesalahan kami,

Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami,

Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat,

Amin.

How does David Copperfield Fly

Video dibawah ini menjelaskan secara fisika tentang trik yang dilakukan David Copperfield dalam aksi terbangnya yang sensasional…

“David Copperfield Flying Show”

“Levitation Tricks Explanation”

Dasar pesulap… jadi selama ini gue diboongin… :)) “Peace”

greenpeacelogger
A Greenpeace activist dressed as a logger chainsawed a 20-meter wooden wall symbolizing the Indonesian forests for a “happening art” symbolically depicting the alarming rate of Indonesian forest destruction during Greenpeace Indonesia’s launching of the Forest Defenders campaign on March 16; 2007 at Jakarta’s Independence Proclamation Monument. -courtesy of www.greenpeace.org

Indonesia dicatat dalam Buku Rekor Dunia Guinness Tahun 2008 sebagai penghancur hutan tercepat

Jakarta, Indonesia — Edisi mendatang dari Buku Rekor Dunia Guinness akan memasukkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kehancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90 persen dari sisa hutan di dunia. Indonesia menghancurkan luas hutan yang setara dengan 300 lapangan sepakbola setiap jamnya. Sebanyak 72 persen dari hutan asli Indonesia telah musnah (1) dan setengah dari yang masih ada terancam keberadaannya oleh penebangan komersil, kebakaran hutan dan pembukaan hutan untuk kebun kelapa sawit (2).
Rekor Dunia Guinness yang dianggap sebagai otoritas global pemecahan rekor, telah memberikan konfirmasi pada Greenpeace bahwa rekor yang patut disayangkan ini akan muncul dalam buku rekor dunia tahun 2008 yang akan diluncurkan di bulan September tahun ini (3).

Pencantuman rekor dalam buku Guinness akan tercatat sebagai berikut: “Dari 44 negara yang secara kolektif memiliki 90% hutan di dunia, negara yang meraih tingkat laju deforestasi tahunan tercepat di dunia adalah Indonesia, dengan 1.8 juta hektar hutan dihancurkan per tahun antara tahun 2000 hingga 2005—sebuah tingkat kehancuran hutan sebesar 2% setiap tahunnya atau 51 km2 per hari” (4).

“Sangatlah menyedihkan dan tragis bahwa di antara negara-negara dengan tutupan hutan tersisa yang masih luas, Indonesia menjadi yang tercepat dalam kehancuran hutannya. Dalam waktu tiap 30 menit saja, kawasan hutan seluas Taman Monas di Jakarta telah dihancurkan. Menyandang gelar pada buku rekor ini adalah hal yang memalukan bagi Indonesia,” ungkap Hapsoro, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Greenpeace menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk menahan laju kehancuran hutan tersebut dengan melakukan pengentian penebangan sementara (moratorium) terhadap seluruh operasi penebangan hutan skala komersial di seluruh kawasan hutan alam di Indonesia. Organisasi ini juga menekankan bahwa moratorium merupakan langkah awal yang diperlukan untuk menghentikan laju deforestasi yang tak terkendali dan memberikan kesempatan kepada hutan untuk memulihkan dirinya. Moratorium juga harus digunakan untuk mengkaji ulang dan mengubah arah kebijakan terkait dengan hutan yang masih tersisa di Indonesia, yang selama ini hanya mendorong kepentingan-kepentingan yang mendukung terjadinya kehancuran dibandingkan perlindungan.

Sektor kehutanan di Indonesia telah dan masih dirusak oleh ketidakpastian hukum, korupsi dan penjarah hutan yang semuanya masih belum berhasil dikontrol oleh pemerintah Indonesia. Tingginya permintaan dunia internasional atas produk-produk kayu dan kertas, serta komoditas lain seperti minyak sawit, juga mendorong lajunya kehancuran hutan.

“Hanya Indonesia yang bisa melindungi hutannya dan penduduk yang hidupnya bergantung pada hutan, namun pemerintah negara-negara Uni Eropa, Cina, Jepang dan Amerika Utara juga harus menjamin bahwa negara mereka tidak lagi menjadi tempat pencucian gelap produk-produk hasil dari kehancuran hutan kita. Bila tidak, hal memalukan yang disandang Indonesia ini juga mejadi milik mereka,” tambah Hapsoro.

Rekor Indonesia sebagai penghancur hutan tercepat juga menyebabkan negara tersebut menjadi pencemar rumah kaca ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Cina. Hingga sebesar 25% dari emisi gas rumah kaca disebabkan oleh pembukaan lahan hutan. (5)
Pemecahan rekor dunia Indonesia ini diumumkan hampir bersamaan waktu dengan pertemuan tiga gubernur propinsi dengan komunitas internasional tentang kemungkinan upaya bersama dalam mencegah deforestasi dan mengurangi akibat perubahan iklim. Mengurangi dan menghindari deforestasi juga merupakan salah satu solusi yang dipertimbangkan dalam menghadapi perubahan iklim di pertemuan kerja ketiga Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang sedang berlangsung di Bangkok.

Greenpeace is adalah organisasi kampanye yang independen, yang menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap masalah lingkungan hidup, dan mendorong solusi yang diperlukan untuk masa depan yang hijau dan damai.

Catatan Redaksi

(1) Roadmap to recovery, 2006, Greenpeace International (see: http://www.intactforests.org)

(2) World Resources Institute, 1997, The Last Frontier Forests.

(3) Dupiklat sertifikat dari Guinness World Records yang mengkonfirmasikan pemecahan rekor Indonesia tersedia bila diminta.

(4) Walau Indonesia menghancurkan hutannya lebih cepat dari negara lain, Brazil menghancurkan area yang lebih luas tiap tahunnya.

(5) Houghton, RA (2003) Revisi estimasi emisi karbon ke atmosfir yang dihasilkan oleh perubahan dan pengelolaan tanah 1850-2000. Tellus 55B: 378-90; Houghton, RA (2005a) Deforestasi hutan tropik sebagai sumber emisi rumah kaca.

Informasi visi, video, foto dan laporan

Hapsoro, Regional Forest Campaigner, Greenpeace Southeast Asia, +62 815 857 19872, hapsoro@dialb.greenpeace.org Patrisia Prakarsa, Media Campaigner, Greenpeace Southeast Asia – Indonesia, +62 815 1195 4771, patrisia.prakarsa@id.greenpeace.org Arie Rostika Utami, Assistant Media Campaigner, Greenpeace Southeast Asia – Indonesia +62 856 885 7275, arutami@id.greenpeace.org

Artikel original dari www.greenpeace.org

HowAnOrdinaryWomanCanHaveAnExtraordinaryLife

oleh : Joy Weston

Tujuh Hal yang “Harus Dimiliki” untuk Mengubah Hidup yang Biasa Menjadi Luar Biasa!

  1. Merasa gembira dan bahagia dengan kehidupan Anda, sekalipun banyak hal tidak berjalan seperti keinginan Anda. Mengetahui bahwa setiap pelajaran adalah anugerah untuk pertumbuhan Anda.
  2. Mencintai diri Anda sendiri, orang lain, dan dunia tempat Anda hidup dapat menyembuhkan, mengubah, dan membuat keajaiban yang menurut Anda tidak mungkin terjadi. Cinta mengobati segalanya.
  3. Merasakan kelimpahan yang tidak ada kaitannya dengan berapa banyak uang atau harta yang Anda miliki, tetapi dengan mengetahui bahwa alam semesta selalu memberikan persediaan.
  4. Perasaan berharga yang menyadari nilai Anda sesungguhnya dan menguatkan penghargaan pada diri Anda sendiri. Respek dan keyakinan teguh akan siapa diri Anda.
  5. Kesadaran akan kesehatan yang baik, yang dimulai dengan hubungan antara pikiran-tubuh-jiwa yang kemudian terbawa pada komitmen untuk diet, olahraga, dan kerja jantung.
  6. Perasaan bersyukur yang membuat Anda tidak pernah lupa betapa Anda terberkati. Menghargai semua anugerah dan bantuan yang tak pernah berhenti.
  7. Kepekaan untuk melakukan perubahan bagi keluarga dan teman, rekan kerja, dan orang asing. Menjalani hidup yang bijaksana dan senantiasa bersikap ramah.

Artikel ini merupakan bagian pertama dari 29 resep bahagia untuk kaum perempuan yang ditulis oleh “Joy Weston” dalam bukunya berjudul “How an Ordinary Woman Can Have an Extraordinary Life.

PLTU Muara Karangimg courtesy of BambangHermanto

by Aubrey Belford

Mon Apr 14, 12:24 PM ET

JAKARTA (AFP) -Separated by a road and a viscous finger of black, garbage-choked water, the stilt-house slum of Muara Baru and the BMW car dealership that faces it appear as if from different worlds.

But on December 6, 2025, these two extremes of the Indonesian capital will have something in common as a World Bank study shows that unless action is taken, they and much of the coastal city of 12 million will be submerged by seawater.

Experts have pinpointed that date as the next peak of an 18.6-year astronomical cycle, when sea levels will rise enough to engulf much of Indonesia’s low-lying capital.

Climate change is causing sea levels to rise, but the study’s authors say the main problem is that Jakarta is sinking under the weight of out-of-control development.

“The major reason for this is not climate change or whatever, but just the sinking of Jakarta,” says Jan Jaap Brinkman, an engineer with Dutch consultancy Delft Hydraulics who worked with the World Bank on the study.

“We can exactly predict to what extent the sea will come into Jakarta

” By 2025, estimates from the Intergovernmental Panel on Climate Change show, sea levels will have risen by only about five centimetres (two inches).

But Brinkman says Jakarta, which spans a flat plain between mountains and coast, will be between 40 and 60 centimetres lower than it is now.

The study shows that without better defences, in 2025 the sea will reach the presidential palace around five kilometres (three miles) inland as well as completely inundating Jakarta’s historic old city to the north.

December 6 will be the highest point of the tidal cycle, but Brinkman warns there are likely to be plenty of floods before then.

Brinkman blames the swelling city’s over-development, which is compressing the land it is built on.

The problem has been exacerbated by factories, hotels and wealthy residents drilling deep water bores to bypass the city’s shambolic water grid, sucking out the groundwater and causing further subsidence.

The World Bank has called for a halt to deep groundwater extraction, and the city administration has raised the price of groundwater but so far there has been little progress.

“If you do nothing about the groundwater problem, parts of Jakarta will sink five metres (by 2025),” Brinkman says.

A glimpse of the future can be seen in the shacks of Muara Baru, where the city’s north meets the sea, and where flood levels late last year reached up to two metres.

The few trees that shaded this fishing slum were underwater for so long they are now dead and bare.

Muara Baru is bordered by just the kind of high-rise towers, luxury homes and mega-malls that are pushing the area into the sea.

There is little water to drink in the slum itself — around 40 percent of Jakarta’s population is not connected to the water grid, said Achmad Lanti, the city’s water regulator.

Jakarta’s water was privatised in 1997 in the hope of improving services. But Lanti said the two foreign operators brought in to run it had failed to live up to pledges to bring water to 75 percent of the population by 2007.

The shortage leaves many Jakartans with limited options: buy the water at a marked-up price, dig for it, or steal it.

Around half of the water from Jakarta’s pipes disappears through a combination of leaks and theft, Lanti said.

“Sometimes (those who steal) are only individuals, sometimes they form a kind of organised crime, what I call a water mafia,” he said.

In Muara Baru, Sayong, a 65-year-old grandmother, and Aris, who says he is in his 70s, skid down hill holding a push-cart filled with jugs of fresh water.

Each day Sayong fills three carts full of water from a pump and sells it on to other residents. After using the water she needs and selling the rest, Sayong, who lives with two adult children and two grandchildren, said she earns a maximum of 20,000 rupiah (2.20 dollars) a day.

Her tiny income means she has no option but to stay in Muara Baru, where the floods are a constant threat.

“It’s serious, I can’t sleep because I’m always afraid that there will be flooding from the sea,” she says.

The waste-filled canal that runs up to the slum’s edge shows the effect of the city’s chaotic development.

Massive buildings have taken over natural drainage sites, while human waste and rubbish clog waterways, causing freshwater floods that surge up from the ground during the rainy season.

The drainage system built by the Dutch who once ruled Jakarta is unable to cope with the city’s rapid growth, said Hongjoo Hahm, the top infrastructure specialist at the World Bank in Indonesia.

“Every year we get floods,” he says. “The scale of the floods (the Dutch) were talking about every 25 years are happening every year.”

Gede Prama

(oleh: Gede Prama)

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya
untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People.
Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan
tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan
niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti
keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama, dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia
sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya
menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian
adalah manusia sulit.

Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk
memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan
perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka;
seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya apakah itu
termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca
mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain.

Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka
orangpun kelihatan kotor. Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain
sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit.

Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikit saja pun
jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum
sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.

Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam
keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda
masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit.

Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru
kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia- manusia super
sulit. Terutama karena beberapa alasan.

Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa
menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan
pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi
positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita
bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan
untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu.

Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka
menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan
putera-puteri saya sekasar dia kelak.

Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi
inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah.
Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya
dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi
orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti
karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan
longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala,
mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu
berarti kita sedang menarik karet ini ( baca : tubuh dan jiwa ini ) menjadi
lebih longgar ( sabar ).

Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar,
namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki
bahkan kadang dihujat.

Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh
ini jadi kebal.

Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya,
pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan
gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.

Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan.
Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit,
ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya.
Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan
dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang
menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah
dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.

Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi
orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita
memaksa diri untuk tidak menghina balik.

Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita
berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain

Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit
sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk
orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya.

Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha.
Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina
tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil
membantu orang yang tadinya menghina kita.

Kisah Si Penebang Pohon

April 21, 2008

axe log

“Kan Shu De Gu Shi”

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.”

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”

“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga,” kata si penebang.

“Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.

Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

“Xiu Xi Bu Shi Zou Deng Yu Chang De Lu”

Istirahat bukan berarti berhenti.

“Er Shi Yao Zou Geng Chang De Lu”

Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi.

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru! (/AW)