Kawan2, kemarin siang saya dapat komentar yg mengagetkan, suatu analisis seorang pendeta yang datang langsung ke Meko-Poso untuk menyaksikan Mujizat yang selama ini sedang gempar diberitakan dan disebarluaskan ke seluruh penjuru negri. Berikut saya repost agar kawan2 bisa membaca dan menafsirkannya sendiri. Komentar menarik dipersilahkan… 🙂

Terima Kasih untuk Pdt. DR. Henoch F. Saerang yang posting komentarnya di topik blog ini sebelumnya…

*********************************************************************************

Mujizat Meko, Poso

Sebuah Fenomena Spiritualitas! Apakah Dari Tuhan?

Sejak pertengahan Februari 2007, Desa Meko, 30 km arah selatan Tentena, ibu kota Kecamatan Pamona Barat, salah satu desa subur di tepian Danau Poso, yang berkembang pesat akibat kualitas tanaman Coklatnya yang dicari para pembeli, menjadi pusat perhatian masyarakat dari berbagai penjuru kabupaten Poso, Sulawesi Tengah bahkan Indonesia.

Berawal dari seorang anak Gadis bernama Selvin, 8 tahun, menyatakan mendapat kunjungan khusus sang ‘Tete Manis’, dan atas perintahnya mengobati ibunya yang sedang sakit (asam Urat?), lalu sembuh, 6 Januari 2007. Kakaknya yang di Palu juga sakit, mereka mengunjungi dan secara mengherankan disembuhkan.

Setelah kembali ke Meko, ada beberapa orang sakit datang, dan ditanganinya, juga sembuh. Informasi yang mengherankan ini berjalan dari mulut ke mulut sampai akhirnya menarik perhatian banyak orang datang mencoba keajaiban tersebut. Dari beberapa kesaksian kesembuhan/mujizat, berita ini ter blow-up, akibatnya terjadi gelombang kunjungan masyarakat yang tak terbendung lagi. Anak tersebut, kedua orang tuanya, dan beberapa tokoh masyarakat serta Pendeta kemudian mengklaim ini adalah “Lawatan Allah” atas Tanah Sintuwu Maroso – Poso.

Pertanyaannya, benarkah peristiwa ini dapat dikategorikan ‘lawatan Allah’ untuk suatu ”Kegerakan Rohani Gereja Tuhan” bagi kepentingan Kerajaan Allah dan kemuliaan Nama Tuhan? Bagaimana dan dengan apa kita menilainya untuk memperoleh kesimpulan yang valid Alkitabiah? Jawabannya, satu-satunya standar Kebenaran, ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH.

I. Peristiwa Perjumpaan dengan Yang Ilahi & Penetapannya sebagai Utusan Ilahi

Perjumpaan Selvin dengan Yang Ilahi diceritakan dalam beberapa versi dan berkembang dalam masyarakat .

1. Menurut Pdt. Rinaldy Damanik (seperti yang dituturkan Mamanya Selvin kepadanya), pada tanggal 6 Januari 2007 Mama Sil (ibunya si Selvin) yang kakinya sakit (Asam Urat), lalu dipijit-pijit Selvin dan sembuh. Besoknya ibunya Tanya, bagaimana cara pijit sehingga bisa sembuh? Jawabnya, sementara pijit tadi malam, saya dapat penglihatan “Tete Manis” seperti yang digambar setengah badan pake mahkota duri, lalu ada suara “Aku akan pakai dan berikan banyak talenta sama kau”, Selvin Tanya, 5000?, jawabnya, “lebih dari 5000, tetapi harus bilang sama keluarga Mama Papa supaya bertobat.”

Karena mengalami kesembuhan yang ilahi, dan teringat akan anaknya yang di Palu sakit, Mama Sil mengajak Selvin ke Palu, lalu dengan cara yang sama, mengusap-usap/pijit, dan dengan mulut berkomat-kamit yang kemudian katanya berdoa ‘Bapa Kami’ kakaknya itu mengalami kesembuhan.

2. Menurut Pdt. Maxie Massie & Ibu, Gembala GPdI Toinasa (seperti dituturkan oleh Papanya Selvin kepada mereka); Selvin sementara di kamar, tiba-tiba ada cahaya bersinar terang, dan dia lihat sang ’Tete Manis’, kemudian dia dibawa ke Jembatan Sungai Meko. Suara tete Manis datang padanya dan meminta Selvin mengambil getah sesuatu cabang dibagian tengah , lalu mengusapkan ke matanya. Selanjutnya Selvin dapat melihat jelas yang berbicara padanya seperti gambar Yesus setengah badan. Dari atas jembatan dia melihat banyak orang yang sakit yang berteriak-teriak minta tolong. Sang ‘Tete Manis’ berkata “Tolong mereka”, selvin jawab, aku tidak bisa, Suara itu menjawab, ”kau akan diberi banyak Talenta untuk bisa menyembuhkan mereka” Selvin Tanya 5000? Dijawab, “lebih banyak”

Mamanya mendapati dia pingsan di kamar, bertepatan mamanya sakit kaki, lalu dipijit/usap-usap, dan sembuh. Lalu karena anaknya yang di Palu dalam keadaan sakit, Mama Sil (mamanya Selvin) mengajak Selvin ke Palu. Dia melakukan proses pengobatan yang sama disertai mulutnya berkomat kamit, yang kemudian dikatakan itu Doa Bapa Kami, dan kakaknya sembuh.

3. Penjelasan Pdt. Morlan Perapi & Ibu, Gembala GPdI MEKO (seperti yang dituturkan oleh Papa & Mamanya Selvin kepada mereka). Pada hari itu Selvin sementara main dengan teman-temannya, lalu datang 3 orang, yang masing-masing seperti gambar Yesus, Bunda Maria, Malaekat. Mereka mengajak Selvin. Setelah pamitan pada orang tuanya, Selvin ikuti mereka dan dibawa ke Jembatan Sungai Meko; Di sana, setelah matanya diusap dengan getah batang pisang, Dia mampu melihat ’Tete Manis’ (maksudnya Yesus seperti digambar) dengan lebih jelas, dan kemudian dia melihat banyak orang di sungai itu yang meminta pertolongan. Kemudian ada suara berkata padanya, ”kau akan kuberi Talenta lebih 5000 talenta”. Sekembalinya ke rumah, dia langsung mengobati ibunya dengan cara memijit/mengusap-usap pada bagian yang sakit, ternyata sembuh. Dan kemudian mereka ke Palu pada saat dapat informasi bahwa kakaknya Selvin sakit parah. Setibanya di Palu, Selvin mengobati kakaknya dengan cara yang sama sambil menggunakan Doa Bapa Kami dengan mulut hanya berkomat kamit. Kakaknya ternyata sembuh.

Inilah dasar keyakinan Selvin dan kedua orang tuanya, kemudian semua pendukungnya bahwa Selvin dipakai/diutus Tuhan dengan Karunia Kesembuhan/Mujizat, pengakuan itu dikukuhkan dengan beberapa bukti orang sembuh serta mengalami mujizat, dan karena secara bergelombang orang orang dari berbabagi penjuru Sulteng berdatangan, maka peristiwa Meko di klaim sebagai suatu ”Lawatan Allah untuk Poso”.

Mengacu pada Alkitab yang adalah Firman Allah, tidak ada orang yang sungguh-sungguh dipakai Tuhan secara spesifik (Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala, Guru, dll) yang akan mengadakan Kegerakan dan Kebangunan Rohani secara dahsyat, terjadi secara Instant. Semua terproses sesuai dengan rancang bangun Tuhan Yesus Kristus! Petrus dan para Rasul, pertama-tama dijumpai oleh Yesus, dipanggil, dilatih/diajar (tiga setengah tahun) dan diurapi Roh Kudus, lalu mereka dipercayakan pelayanan secara dahsyat dan luar biasa (Baca kitab Injil dan kitab Kisah Para Rasul). Filipus dan Stefanus, adalah jemaat mula-mula di Yerusalem, karena kesetiaan dan penuh Roh Kudus lalu dalam Kisah 6, diangkat jadi Diaken di Yerusalem, dan kemudian Stefanus dengan Mujizat dan Tanda Heran menggemparkan Yerusalem dan akhirnya mati syahit (Kisah 6:8-15; 7:1-60, Filipus yang disertai Mujizat dan Tanda Heran menggemparkan kota Samaria dengan ribuan orang datang pada Yesus (Kisah 8:4-40). Rasul Paulus, dicegat/berjumpa Yesus di jalan menuju Damaskus, lalu kemudian dikatakan Yesus untuk menjadi Rasul bagi orang Kafir, tetapi dia lebih dahulu harus melalui proses lewat penumpangan tangan Ananias di Damaskus, lalu ke Yerusalem dan kemudian ke Tarsus. Setelah itu (sekian tahun) lalu Dia mulai melayani di Antiokhia yang kemudian disertai dengan Mujizat dan tanda heran menjelajah seluruh dunia dan ribuan orang bertobat dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Coba periksa semua pemimpin Rohani baik dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tidak ada yang instan, apalagi kanak-kanak; Yesuspun harus menanti sampai usia 30 tahun, dan mulai melayani dengan disertai Mujizat/Tanda Heran.

Berikut, mengikuti tiga versi kesaksian proses si Selvin yang kemudian di klaim sebagai Utusan Tuhan dengan Karunia Mujizat & Kesembuhan, untuk suatu kegerakan rohani besar untuk Poso, agaknya tidak valid. Tidak Alkitabiah. Menurut Alkitab, ”…supaya dengan keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.” Mat 18:16

Para Nabi dalam Perjanjian Lama yang dipanggil Tuhan, panggilan yang diterimanya selalu dikukuhkan oleh yang lain lalu mereka diurapi untuk pelayanan. Perhatikan juga Paulus; dia saksikan berjumpa dengan Yesus di jalan ke Damaskus (Kisah 9:3-8); lalu Tuhan berbicara kepada Ananias di dalam kota Damaskus supaya Ananias mengukuhkan panggilanNya atas Paulus (Kisah 9:10-19).

II. Beberapa Kejanggalan Doa dan pelayanan Kesembuhan

Tuhan Yesus menegaskan bahwa dalam hal mengusir setan dan atau berdoa bagi yang sakit dan demi pernyataan Mujizat Allah kita harus berdoa dalam Nama-Nya: ”… mereka akan mengusir setan-setan demi nama-KU….” (Markus 16:17). Rasul Petrus kemudian mendemonstrasikan di depan Gerbang Indah di Yerusalem: ”… Demi Nama Yesus orang Nazaret itu, berjalanlah.” (Kisah 3:6).

2.1. Selvin, justru menggunakan ”Doa Bapa kami” yang dikatakan ”Tete Manis” dan dengan tidak kedengaran, seperti komat kamit saja. Ibunya pernah bertanya kenapa tidak kedengaran, jawabnya, begitu instruksi ”Tete Manis”; kemudian atas instruksi Selvin kepada Mamanya, untuk berdoa kesembuhan dan mujizat, harus pakai Doa Bapa Kami.

2.2. Dalam sebuah percakapan di Siuri, Pdt. Damanik, bertanya, mengapa harus pakai Doa Bapa Kami? Dari antara beberapa jawaban Selvin inilah, yang saya garis bawahi; “Itu adalah Doa yang diajarkan Yesus, Kan Dia itu Bapa yang baik, bapa kita semua, Bapanya Orang Kristen, Bapanya Orang Islam, Bapanya Orang Hindu….” ???

Padahal yang berhak menyapa Dia Bapa adalah anak-anakNya yang telah ditebus oleh darah Anak Domba Allah (Galatia 3:26-29) Khusus baca Galatia 4:6.

Dan itulah yang dipraktekkan oleh mereka, Selvin, Mamanya dan Papanya, dalam melayani orang-orang bukan Kristen. Berdoalah menurut Keyakinan/Iman masing masing, kalau Islam, berdoa/sholat secara Islam, Hindu berdoa secara Hindu, karena Allah kita sama. Lagu yang diinstruksikan Selvin dan Mamanya untuk dilagukan sepanjang waktu “Allah Kuasa Melakukan Segala Perkara” dan ini sudah berlangsung sekitar 3 minggu, lalu berkembang dengan lagu lain yang diizinkan “ Tak Tersembunyi Kuasa Allah” serta “Bersyukur pada Tuhan” dan “Allah itu baik”; Itu rupanya lagu netral, tak ada kata “Nama Yesus”.

2.3. Yang juga agak aneh, si Selvin, yang telah menjadi terkenal akhirnya merasa cape melayani orang-orang sakit yang datang terus. Akhirnya, katanya dia telah mentransfer Karunia Mujizat/Kesembuhan, atas izin Tete Manis, kepada Mamanya.

Dan kemudian, Mama Sil (ibunya Selvin) bersama bapaknya yang paling berperan dalam pelaksanaan ritual proses Penyembuhan bagi orang-orang sakit. Dan pelayanan di Meko dikomandoi langsung sang Mama. Beberapa Aktivis Gereja/Persekutuan Doa/pendeta yang percaya, membantu pelaksanakan kebaktian yang diistilahkan Ritual Penyembuhan; Sehingga warna proses ibadah hampir sama dengan KKR, tetapi tetap kelihatan pemaksaan (mistik) mujizat dan kesembuhan bagi para yang sakit.

2.4. Keyakinan mereka, seperti yang dipesan oleh si Selvin, bahwa kuasa Ilahi untuk mujizat dan kesembuhan akan datang pada Kamis Sore dan puncaknya pada Hari Jumat. Istilahnya jam 12 siang Jumat dan apalagi 12 malam itu signal penuh, Roh Kudus turun. Akhirnya dalam hari-hari Kamis Jumat, masyarakat berbondong-bondong membawa orang sakit dari berbagai tempat. Pada hari Kamis sore dalam rangka observasi kebenaran, saya berada di Meko. Lapangan Meko sudah mulai penuh dengan kendaraan dan mungkin sudah lebih 1000 orang terhimpun. Kemudian diumumkan Jam 4 Sore, Roh Kudus akan turun dan akan banyak kesembuhan. Terjadi gerakan-gerakan yang sama dengan orang trance/kesurupan. Saya juga berjumpa dengan warga Muslim, yang datang ke Pastori Meko, khusus meminta air sembahyang/wudhu. Mereka katakan kita sudah harus doa, ada keluarga kami sakit. Jam 4.15 pm, sang Mama yang sedang memimpin, berkata, Roh Kudus belum jadi turun karena ada yang mengganggu, ditunda sampai malam. Hari Jumat kemarin, tanggal 09 Februari, rupanya agak kurang yang menerima mujizat, yang jelas justru ada yang mati tergeletak di tenda di lapangan Meko.

III. Tetapi Banyak yang Mengalami Mujizat/Kesembuhan! Dan Ribuan Orang terus datang.

Yang membuat peristiwa Meko menjadi menarik ribuan orang setiap Kamis dan Jumat, adalah banyak juga yang sembuh. Katanya, ada yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, dan banyak penyakit lain juga sembuh. Inilah yang diblow-up terus oleh mereka yang begitu mudah dipengaruhi dengan peristiwa Mujizat; langsung dinyatakan bahwa betul ini dari Allah. Yang hadir di sana adalah mereka yang mencari Kesembuhan dan bukan sesungguhnya Tuhan Yohanes 6:2, 66.

Waspadalah! Tidak semua penyembuhan adikodrati berasal dari Allah! Model bisa sama, juga menggunakan Alkitab dan pake atas nama Allah! Perhatikan Kel. 7:11-12, 22. Tongkat para Orang Berilmu Firaun mampu meniru Tongkat Musa yang jadi ular. Kasus Samaria, Kisah 8:9-13, 18-24. Sebelum bertobat, Simon dikenal masyarakat kota Samaria dan disebut ”Orang ini adalah Kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa besar.” Juga Kasus Filipi, Kisah 16:16-18. Anak Perempuan yang mampu menyembuhkan serta melakukan mujizat; mengikuti Paulus dan mempromosikan pelayanan mereka; ”Orang ini adalah hamba Allah yang maha Tinggi, mereka memberitahukan kepadamu jalan keselamatan.” Ternyata yang dimilikinya roh tenung, bukan roh Allah.

Tuhan Yesus menasihati kita; ”Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! …Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda mujizat dengan maksud sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan! Markus 13:5, 22.

IV. Kesimpulan

Mengamati dan mempelajari pergerakan yang terjadi di Meko selama 4 minggu terakhir ini, kami menyimpulkan bahwa, yang dikira sebagai Lawatan Allah bagi suatu Kebangunan Rohani, Bukan sesungguhnya dari TuhanYesus Kristus Juruselamat kita. Yang datang ke Meko, bukan karena ditarik Kuasa Roh Kudus bagi Lawatan Allah yang dahsyat, tetapi semata-mata terpengaruh dengan cerita bahwa ada mujizat dan kesembuhan di sana. Mereka terbagi dalam 3 kelompok masyarakat; pertama, Mereka yang sakit dan keluarganya; kedua Mereka yang ingin melihat apa yang sesungguhnya terjadi atau yang terprovokasi dengan ceritera spektakuler; ketiga, Mereka yang ingin mengetahui apa dan bagaimana sesungguhnya peristiwa itu.

Pada umumnya yang diakui mengalami kesembuhan di Meko, kembali sakit. Bahkan ada beberapa yang meninggal. Meninggal di tenda-tenda lapangan Meko sudah 3 orang, dan yang telah kembali ke rumah sekitar 10 orang.

Sebenarnya, dari indikasi dan gejala-gejala yang muncul, Ini adalah sebuah Fenomena Spiritisme.

Pdt. DR. Henoch F. Saerang

Tentena

Informasi Dr. Marcus Bach yang secara khusus meneliti kompleks para Spiritis di Chesterfield, Indiana, USA, menyatakan: “On August 26 I drove into Chesterfield, Indiana, and proceeded immediately to the spiritualist camp adjoining the town. It is called a city of peace, a New Jerusalem, a Great Mecca. Expecting a morbid cloister for communication with the dead, I found to my surprise a bucolic vacation-land. Two large hotels and twenty cottages look out upon grass-carpeted amphitheater and a grotto in a “garden of prayer”. Sybolizing the unbroken tradition of spiritualism, there is a “Trial of Religions.” Spiritualists say there is nothing like it in the world. Life-sized busts of Abraham, Budha, Zoroaster, Mohammed, Lao-Tze, Confucius, Vardhamana, Zeus, Osiris, and Jesus suggest that spiritualism is universal in appeal and application. Overlooking the scene, an Indian stands with face uplifted to the invisible heavens of the spirit world. (The Kingdom of The Cult, hal 234).

Baca tentang okultisme

Tambahan:

Puji Tuhan!

Sebenarnya menurut pengamatan kami, si Selvin (gadis 8 tahun) tidak dapat mendemonstrasikan penyembuhan/mujizat, apa lagi di luar Meko desanya. Pada awal Maret, beberapa pengagumnya membawa dia ke Palu, dengan harapan memperluas demonstrasi kuasa dan memperlebar popularitas sang “dokter kecil” (itu gelar yang disandangnya). Ternyata saat orang membawa yang sakit, ditolaknya dan dianjurkan untuk dibawa saja ke Meko. Satu minggu lebih di Palu, tak ada sesuatu yang terjadi. Dia kemudian dipulangkan ke Meko.

Pertengahan Maret, si Selvin diajak oleh tokoh JDN ke Jakarta; dengan asumsi supaya Api Meko bisa menjalar ke Ibu Kota, dan banyak mujizat/ kesembuhan terjadi. Betul, pada hari Jumat (23 Maret 2007?), begitu keyakinan mereka bahwa sang dokter kecil hanya dapat menyembuhkan pada setiap Jumat, jam 12 siang dan jam 12 malam; pengagumnya menginformasikan bahwa ada pelayanan kesembuhan di Landmark Building Senen, Jakarta, dan Penyembuh bocah dari Meko Sulteng akan beraksi. Umat Tuhan telah berdoa sejak jam 10 pagi dan banyak orang sakit dibawa, tunggu jam 12 siang, belum datang, sampai jam 01 siang juga tidak datang! Dan memang tidak datang2; Kemudian ditanya lewat telphone, kenapa tidak datang, “dokter kecil” menjawab, takut banyak orang; lebih baik datang saja ke Meko! Rupanya sang dokter kecil saat itu, lagi asyik berenang di kolam renang di rumahnya ibu Mely Wijaya. Ini terbalik dengan perintah Agung Tuhan Yesus Kristus, “Pergilah kamu ke seluruh dunia, jadikan sekalian bangsa murid-KU…” Matius 28:19-20; Kisah 1:8.

Berikut, Hari Paskah (Jumat Agung), 6 April 2007, si dokter kecil sudah kembali ke Meko, dan para pengikutnya berkata bahwa akan ada Mujizat besar akan terjadi, lebih 10.000 orang sedang berdatangan dari berbagai tempat, melihat dan menikmati lawatan Allah; ribuan orang ‘bani Kedar Nebayot’ akan memberi diri dibaptis. Ternyata gak ada yang terjadi, memang ada beberapa banyak kendaraan dan ratusan orang berkerumun di tenda-tenda depan rumahnya Selvin. Tim kami juga terjun ke lokasi, dan ritualnya juga sama; pertama-tama, kelihatannya sama seperti kebaktian biasa. Saat jam 12 tengah malam, disampaikan bahwa Ritual Penyembuhan akan dimulaikan; kemudian disampaikan, supaya kaum ‘Kedar dan Nebayot’, segera Sholat menurut agamanya. Sang Mama (ibu Selvin) memimpin, tapi ternyata tidak ada sesuatu terjadi; justru saat dia datang dan berpapasan dengan Tim kami, dia shock, lalu menghilang dan kembali masuk rumahnya, tak pernah keluar. Si Selvin, sang “dokter kecil”, tak pernah muncul. Memang slama satu bulan ini, yang memimpin ritual adalah sang Mama. Tetap dalam doa Penyembuhan, tidak pernah menggunakan Nama Yesus.

Iklan

berikut link informasi baru tentang Selvin Bungge yg didapat dari jawaban.com

semoga berguna… God Bless..

Selvin: Ampunilah Orang yang Bersalah

Hi kawan sekalian, sore tadi saya dapat berita dari email, hasil forward-forward-an dari seorang kawan. Kembali tentang Fenomena Mujizat Poso oleh Selving Bungge. Saya republish supaya semua bisa baca dan bisa nonton acaranya. -Peace-

Malam ini jam 22.30 Hari Senin, 9 April 07, pkl. 24:30 akan ditayangkan kisah tentang Selvin Bungge anak usia 8 tahun di Poso yang dipakai Tuhan untuk KESEMBUHAN ILAHI di program acara SOLUSI – SCTV.

Selvin Bungge 8 thn bocah perempuan dari desa Meko, Pamona Selatan, Tentena, dipakai Tuhan luar biasa sejak 6 Jan 2007. Ribuan orang datang didoakan dalam Nama Yesus, buta dpt melihat, lumpuh dpt berjalan, berbagai penyakit disembuhkan dalam Nama TUHAN YESUS, tua / muda, rakyat biasa, pejabat2 dari berbagai agama dan berbagai kota datang, didoakan dan disembuhkan Tuhan. setelah Jumat lalu, sekitar 8 ribu orang didoakan, rencana 9 Maret nanti doa kesembuhan Ilahi di lapangan akan dilakukan lagi.

Kaca mata, tongkat , kursi roda dll kini menumpuk di rumah Selvin Bungge, ditinggalkan pemiliknya krn sdh disembuhkan Tuhan melalui siswi kelas 2 SDN desa Meko, desa yg terletak di pinggir danau Poso. Tidak semua org datang disembuhkan, justru banyak pendeta yg diusir pulang. Beberapa orang yg berusaha menjamah atau minta dijamah Selvin, tidak sembuh.
Setiap orang yg datang Selvin tekankan untuk percaya akan Tuhan Yesus & Dialah yg menyembuhkan. mereka yg percaya walaupun blm didoakan langsung sembuh.

Pada org2 yg blm percaya Selvin katakan, “silahkan berdoa menurut keyakinan anda, saya akan berdoa kpd Tuhan Yesus, tetapi utk sembuh anda harus percaya bahwa Tuhan Yesus ada dan sanggup menyembuhkan anda.”

Dengan menaikan pujian “Allah Kuasa Melakukan …” tiba2 banyak org menangis, melompat kegirangan, krn sdh sembuh dan setiap mereka selalu berusaha menghafalkan lagu itu, ada seorang Opa – Hindu, berdiri sambil salto saking senangnya, krn sembuh dari buta. banyak dokter juga lepas kacamata.

Kesaksian demi kesaksian terus tersiar ke berbagai kota, nama Tuhan semakin didengar dimasyurkan . Pengambilan gambar pelayanan ini dilarang Selvin bahkan Metro TV yg sdh di lapangan tdk diizinkan mengambil gambar. Tidak seorang pun bisa mengatur / menasehati, apa yg berkecamuk di hatipun dia bisa tahu. beberapa Pendeta yg datang bahkan langsung ditemplak, disuruh pulang dan bertobat. Pendeta2 yg lain akhirnya gak berani datang, takut dibongkar di depan umum. Selvin mengalami kelelahan krn layani ribuan org. ayahnya minta agar dia mendoakan org secara masal saja agar cepat selesai, Selvin menegur ayahnya sbg org yg sombong, angkuh dan mau berjalan menurut kehendak daging sendiri. dia minta ayahnya bertobat atau di “pensiun segera”.

Kesaksian demi kesaksian terus tersiar, Sulawesi heboh, dari Sulsel, Palu, Gorontalo, Manado, dll, berbondong2 ke Tentena, semua sibuk mencarter bus, mobil utk datang ke Tentena. Rumah sakit , puskesmas, kosong, seorg Bp. H. Amir dari Poso Kota yg disembuhkan, teriak2 di pasar Central Poso bahwa Tuhannya orang Kristen sudah sembuhkan dia, semua orang tercengang dan heran karena memang semua tau kalo matanya dulu buta dan skrg bisa melihat, seorg bapak kedar lainnya disembuhkan dari kelumpuhan, ia bersuka cita dan memberikan uang jutaan, tapi ditolak Selvin, dr kecil banget ia dijuluki hanya minta Rp. 1.000 utk kolekte, dan sisanya ia minta dibagikan ke orang miskin, ketika Tuhan mulai menyembuhkan, org2 maka terdengar sorak sorai dan teriakan haleluya dari org2 yg disembuhkan. mrk semua menaikan puji2an kpd Allah. bani kedar, hindu, dll. berusaha bisa menyanyikan Allah kuasa melakukan !

Rekonsiliasi besar dari Allah sedang terjadi di Poso.

Selvin adl anak sekolah minggu GKST El Shaday Meko, ia rajin baca firman dan berdoa. Ibunya guru SD, ayahnya pemilik sekolah. GKST El Shaday adalah gereja kecil dgn jemaat hanya 8 KK dipinggiran danau Poso. 6 Jan 2007, malam itu, ia mendapat penglihatan didatangi Tuhan Yesus bersama 1 malaikat. Saat itu ibu Selvin menderita rematik akut tahunan sehingga sulit berjalan, setelah penglihatan itu Selvin bedoa sambil mengusap2 kaki ibunya kemudian disuruh berjalan, ternyata sudah sembuh, dari sinilah kemudian 1 per 1 orang datang minta didoakan. saat ini Selvin di Palu bersama tim doa Palu. Sejak kemarin ia ramai dikunjungi pejabat2 / anggota DPRD. Semua org yg datang diminta ibadah dulu, yg merokok ia tegur jangan rusak bait Allah, yg korup dll dia suruh bertobat.

Kamis ia kembali ke Meko utk KKR Jumat bersama tim doa dan konvoi yg akan ikut KKR tsb. Ia diberikan karunia kesembuhan dan marifat yg sangat kuat.

Sungguh sebuah karya besar ilahi di tengah2 kaum protestan !!

Kesaksian2 tentang kemurahan Tuhan / Tuhan-nya orang Kristen yg menyembuhkan menjadi bahan cerita di warung2, kantor2 dan di mana saja. di Palu, Pdt GPID Efrata Eliezeer T, Donggala 6 bln menderita lever akut dan lambung (sdh 3 bln diistirahatkan krn tdk mampu lagi melayani) kini disembuhkan. Minggu 4 Mar sdh masuk gereja lagi. Tdk semua yg disembuhkan, yg ragu2 dan tdk percaya disuruh pulang.

Seorang yg TBC akut dan bertahun2 tdk bisa kena air dan sepanjang hari memakai jaket ketika disembuhkan ia mandi di danau seharian, stlh itu pergi pasang kupon putih, sakitnya langsung kambuh. Pdt Damanik melaporkan hal ini pada Selvin, dijawab masih ada waktu utk bertobat ! seorang lainnya stlh disembuhkan mengijinkan dukun mengintervensi dirinya, langsung mati.

Ada cukup banyak dukun dan org2 yg merasa punya kekuatan lain utk mencobai pelayanan ini, mrk mati di tempat.

Pesan dari pengirim berita :

Mujizat demi mujizat terus terjadi, konflik horizontal sudah selesai, tetapi konflik internal gereja / antar gereja ??? sangat penting didoakan. mujizat2 yg terjadi di Meko semuanya memuliakan Yesus tetapi harus diingat, Poso / Tentena dikelilingi daerah2 yg sarat perdukunan / kantong2 ilmu hitam, dan Meko sendiri adalah salah satu bekas pusat penyembahan berhala. Saat ini cukup banyak org2 yg merasa punya kekuatan datang ingin mengacaukan situasi di sana.

Sampai hari ini Selvi masih berada di Palu bersama Tim Jaringan Doa Palu. Tetapi situasi di Meko sdh penuh sesak ribuan org datang utk KKR 9 Mar 2007. Tenda2 sdh dipasang, orang memenuhi setiap tanah yg kosong sampai ke pasir putih di pinggir danau. dari rakyat biasa, pejabat2, semua datang menyatu dan semua mengakui Tuhan-nya org Kristen luar biasa.

(pengirim berita adalah Bapak John. K. dari Surabaya).

(Harian komentar / 04 April 2007)

Soal kelompok antikris
Tokoh Agama Minta Jemaat Jangan Terpengaruh

Menanggapi adanya kelompok antikris yang telah benar-benar eksis, dan kini keberadaan mereka dipublikasikan secara terbuka. Malah belum lama ini (31 Maret lalu), kelompok ini secara terang-terangan show of force di Madrid, Spanyol dalam sebuah aksi unjuk rasa, tokoh agama di Sulut minta jemaat jangan terpengaruh.
Seperti yang dikatakan Pdt Lamberty Mandagi MTheol, Selasa (03/04), memang dalam perkembangan jaman sekarang ini banyak nabi-nabi palsu dan bahkan ada ajaran sesat. “Karena itulah sangat diharapkan umat Kristiani untuk tetapi mempertebal iman dan tidak terpengaruh dengan ajaran sesat tersebut,” katanya.
Sementara itu Ketua Pemuda Sinode GMIM, Pnt Billy Lombok mengatakan, biasanya generasi muda, mudah terpengaruh dengan berbagai ajaran sesat, apalagi banyak hal-hal yang menarik yang ditawarkan dalam ajaran tersebut yang pada intinya menjatuhkan atau lari ajaran berita Firman Tuhan.
“Karena itulah sangat diharapkan generasi muda atau gereja hendaknya lebih mendekatkan diri pada Tuhan terlebih lagi untuk mempertebal iman dan percaya pada Yesus Kristus sebagai Sang Juru Selamat,” katanya.
Keduanya mengatakan, dalam ajaran Kristen kita dilarang untuk menyembah ilah lain, bahkan kita dilarang untuk melakukan satu hal yang berseberangan dengan ajaran Kristus.
Dikatakannya, seperti yang dikatakan Paulus, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah ada-lah kudus dan bait Allah itu ialah kamu” I Korintus 3 : 16-17. “Karena tubuh kita adalah bait Allah, untuk itu kita harus menjaganya janganlah iblis hidup dalam tubuh kita. Sebagai generasi gereja hendaknya lebih mendekatkan diri pada Kristus dan selalu berpegang pada ajaranNya,” tambah Lombok.(lex)

Rupanya dunia ini semakin gila saja.. masak seorang pemabuk & pencuri berani mengklaim diri dia sebagai Tuhan… yang bener saja… ironisnya, ada ajah lagi yang percaya sama ucapannya.. ck..ck..ck….

simak berita berikut yg gw angkat dari Harian Komentar – Manado – Sulawesi Utara.

(Harian Komentar / Rabu, 04 April 2007)

Rohaniawan: Tidak perlu kaget, ini sudah dinubuat dalam Alkitab
Sekte Antikris Klaim Eksis di 30 Negara

Sekte antikris yang didirikan Jose Luis de Jesus meng-klaim bahwa pengikut mereka di dunia sudah mencapai satu juta jiwa. Bahkan sekte sesat ini mengatakan, jemaat antikris telah eksis di 30 negara. Hanya saja tidak disebutkan negara-negara mana saja organisasi dengan lambang 666 tersebut telah menjalar.
Tapi yang pasti, para pengikut De Jesus sangat bangga dengan sekte sesatnya itu. Seperti dilansir ABCnews yang menemui mereka sedang mentato tubuh mereka dengan angka 666 dan gambar De Jesus. ‘’Saya ingin semua tahu bahwa saya pengikut antikris,’’ ungkap seorang pengikut De Jesus saat diwawancarai ABCnews. ‘’Kami ingin juga semua tahu bahwa kami miliknya (De Jesus),’’ timpal pengikut lainnya yang ditemui di Miami.
Pengikut sekte antikris benar-benar setia terhadap Jose de Jesus yang dianggap Tuhan mereka. De Jesus juga secara terbuka mengklaim diri sebagai Tuhan yang datang untuk kedua kalinya serta reinkarnasi dari Tuhan itu sendiri. ‘’Saya ini Tuhan dan milik banyak orang. Sayalah Yesus,’’ aku De Jesus kepada ABC news. Meski mengaku Tuhan, tapi De Jesus menceritakan bahwa dirinya dulu pernah mencuri dan masuk penjara. Pencurian dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya akan heroin. ‘’Saya dulunya kecanduan obat-obatan,’’ aku pria asal Puerto Rico ini.
Gilanya lagi, De Jesus mengaku dulu dia hanyalah manusia biasa ketika bergabung dalam sebuah persekutuan pemuda. ‘’Tapi saya kemudian berubah dari manusia (biasa) menjadi Tuhan,’’ katanya seraya mengatakan, dirinya menjadi seperti pengakuannya, setelah didatangi oleh dua orang malaikat dalam sebuah penglihatan.
Saat ditanyai apa buktinya dia itu adalah Tuhan, De Jesus dengan enteng mengatakan, dirinya tidak perlu pembuktian. ‘’Sebab pengikut saya juga tidak pernah menanyakan bukti,’’ aku pria yang dinilai sejumlah kalangan memiliki ‘kelainan’ kejiwaan ini. Meski disebut-sebut ‘gila’, yang mengherankan dia mampu memiliki pengikut-pengikut yang fanatik dengannya.
Dalam ajarannya, De Jesus mengatakan, membunuh atau mencuri adalah kejahatan. ‘’Tapi itu bukan dosa, sebab yang membuat kejahatan akan diadili di dunia,’’ kata pria yang mengaku mencintai wanita dan telah kawin dua kali, serta suka merokok. Herannya, para pengikutnya tidak hanya setia dengan ajaran sesatnya, melainkan turut memberikan uang dan berbagai hadiah mewah bagi ‘Tuhan’ mereka itu.
‘’Para pengikut memberikan hadiah dengan suka cita bagi De Jesus secara cuma-cuma,’’ ungkap Joane de Jesus, putri dari Jose de Jesus. Salah satu yang membuat jemaat marah, bahwa De Jesus memerintahkan pengikutnya untuk membakar foto Paus.
Dari Manado, Ketua BAMAG Sulut, Pdt Johan Manampiring mengimbau agar masyarakat tidak gelisah dengan kehadiran sekte antikris ini. Malah Manampiring mengatakan, munculnya ajaran sesat dan membahayakan tersebut, tidak perlu kaget ataupun terkejut. Sebab, jauh-jauh hari, hal ini sudah dijelaskan Alkitab, di mana akan semakin banyaknya ajaran-ajaran yang menentang Kristus.
“Kita harus yakin bahwa Tuhan Yesus memberikan kuasa untuk mengalahkan dosa, iblis dan maut,” jelasnya seraya mengimbau agar umat tidak perlu saling menuduh, mencela serta menyalahkan antara yang satu sama lainnya.
Sebab, ini juga merupakan kerja setan yang sifatnya sebagai provokator, mengadu domba yang bertujuan untuk memecah belah kerukunan umat beragama. “Jika kita sudah terprovokator dan terpancing, berarti setan telah menguasai manusia dan telah mengalahkan iman manusia. Berarti setan telah menang melawan manusia,” ujarnya.
Selain mempertebal nilai keimanan yang kita miliki, katanya, pimpinan gereja juga memiliki peranan penting untuk membina umat dan memelihara kerukunan, menciptakan suasana surgawi dan damai sejahtera di lingkungan masing-masing. “Oleh sebab itu, diimbau kepada pimpinan gereja dan umat Tuhan untuk meningkatkan kehidupan doa dan pengajaran yang tidak ekstrim,’’ katanya.
Senada disampaikan Presiden of Asia Fellowship of Mission 21 Partner Churches /Vice President of International Synod of Mission 21, Pdt Dr Nico Gara MA. Munculnya kelompok antikris, kata Gara, sudah disebutkan dalam Alkitab. “Jadi tidak perlu diresahkan atau dipersoalkan. Tapi nilai keimanan kita harus semakin dikuatkan. Dan, tugas pimpinan gereja untuk mengajak umat agar lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, seperti aktif ibadah, puasa, serta kegiatan positif lainnya, agar kita bisa melawan godaan setan yang ingin menguasai manusia,” katanya.
Sedangkan Pastor Fred Tawaluyan Pr menambahkan, antikris bukan hanya ada dan datang dari luar (negeri). Di luar biasanya bersifat formal teoritis. Yang lebih parah justru antikris yang dilakukan oleh para pengikut Kristus itu sendiri. Dijelaskannya, hal ini dilakukan oleh orang/kelompok yang mengatasnamakan gereja, namun berbuat kepentingan sendiri. Sangat banyak gejala ini. Menurutnya, perbuatan konkrit yang menentukan perbuatan seseorang adalah Kristiani atau Akristiani (antikristus). “Bagi saya, seorang yang tidak beriman Kristiani pun dapat menjadi Kristen sejati. Kalau kata dan perbuatannya dijiwai oleh semangat cita kasih sejati, dibandingkan dengan seorang Kristen di kartu saja,” tegasnya. Pasalnya, kita tidak disurgakan bukan karena agama, tapi karena iman dan perbuatan imani.(abc/aan)

Puluhan ribu orang datangi Desa Meko, Kabupaten Poso
Mujizat! Bocah 8 Tahun Sembuhkan Banyak Orang

(Harian Komentar/ 21 Maret 2007) – Desa Meko di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso (Sulteng), tiba-tiba menjadi buah bibir.
Puluhan ribu orang kini berduyun-duyun menuju desa yang berjarak sekitar 60 km dari Kota Tentena tersebut. Apa pasal? Seorang gadis cilik berumur 8 tahun bernama Selvin Bungge, dikabarkan mampu menyembuhkan banyak orang sakit. Hebatnya, gadis cilik yang kini dijuluki ‘dokter kecil’ tersebut, menyembuhkan orang hanya lewat doa “Bapa Kami” dan diiringi lagu “Allah Kuasa Melakukan Segala Perkara”. Warga meyakini penyembuhan yang dilakukan Selvin karena mendapatkan kekuatan dari Tuhan Yesus Kristus.

Warga Kecamatan Meko, Morpan seperti dilansir Nuansa Pos, Senin (19/03) lalu menuturkan, peristiwa mujizat tersebut sudah terjadi sejak 9 Januari 2007 lalu, di mana awalnya Selvin mampu menyembuhkan penyakit ibunya. Hal ini diamini Pdt Rainaldy Damanik saat dikonfirmasi Komentar tadi malam lewat telepon.

Ketua Umum GKST (Gereja Kristen Sulawesi Tengah) ini membenarkan tentang penyembuhan yang dilakukan Selvin. “Awalnya dia menyembuhkan ibunya,” kata Pdt. Damanik yang sudah
menemui langsung bocah cilik tersebut dan ibunya. Menurut Damanik sebagaimana cerita ibu Selvin, kisah menggemparkan itu terjadi 6 Januari 2007.

Saat itu pada malam hari sekitar Pukul 22.30 Wita, di rumah mereka yang sangat sederhana, Selvin sedang memijit kaki ibunya yang menderita penyakit rematik akut. Tiba-tiba keesokan harinya, Ibu Selvin merasakan kakinya tidak sakit lagi. “Ibu Selvin merasa sangat sehat. Ini kemudian ditanyakan ibunya kepada Selvin,” cerita Pdt.Damanik.

Selvin kemudian menceritakan kepada ibunya sebuah peristiwa ajaib yang dialaminya. Menurut Selvin, pada malam dia melihat cahaya terang di kamarnya. Dalam cahaya itu, ada wujud Tuhan dengan seorang malaikat. Tiba-tiba Selvin mendengar sebuah suara yang berbunyi, “Saya akan
memberikanmu banyak…!” Selvin yang tidak mengerti dengan suara itu, lantas menjawab, “Berapa? 5000?” Suara itu kembali terdengar. “Tidak, justru lebih banyak lagi. Tapi harus kau bagikan kepada semua orang. Namun keluargamu harus benar-benar patuh pada perintah Tuhan.” Seketika itu wujud tersebut hilang dari pandangan Selvin.

Keesokan harinya setelah ibu Selvin sembuh, mereka menuju Kota Palu. Di sana ada kakak Selvin yang sedang sakit. Berkat doa, kakak Selvin itu kemudian disembuhkan. Kabar penyembuhan itu kemudian menyebar ke tetangga dan kemana-mana saat Selvin dan ibunya kembali ke Meko. “Karena kabar itu, kini Desa Meko dipadati orang-orang yang datang dari berbagai denominasi, terutama yang menderita penyakit kronis,” ungkap Pdt. Damanik.

Pdt. Damanik sendiri mengakui telah melihat langsung penyembuhan yang dilakukan Selvin ketika datang di Meko. “Yang buta bisa melihat, yang berada di kursi roda bisa berjalan, dan banyak yang sudah disembuhkan, ” aku Pdt. Damanik. Hal ini diamini Morphan, warga Meko.
“Desa Meko yang tadinya sepi kini menjadi ramai didatangi orang-orang dari segala penjuru, baik orang yang sedang sakit dan ingin mendapat kesembuhan maupun orang-orang yang ingin melihat langsung proses penyembuhan yang menghebohkan, ” katanya.

Menurutnya, ada sebagian orang yang tidak disembuhkan saat itu, namun oleh Selvin disuruh pulang dan bertobat dulu, serta meminta maaf kepada siapa saja yang pernah berseteru dengan orang itu. Selvin akan memintanya kembali jika orang itu sudah benar-benar siap dalam iman. “Saya sendiri penasaran dengan kabar itu, sehingga saya pulang kampung dan kaget bukan main ketika saya tiba di kampung begitu banyak orang-orang yang bertenda di lapangan sepak bola, tinggal di baruga dan rumah-rumah penduduk. Saya juga menyaksikan langsung orang lumpuh bisa berjalan setelah mendapat pengobatan dari dokter kecil itu,” aku Morphan. Tidak hanya itu, di halaman rumahnya kini terdapat ratusan tongkat dan kursi roda dari orang-orang yang telah disembuhkan.

Selain itu lanjutnya, Selvin tidak mau menerima pemberian uang dan lainnya. Begitu juga ketika dipotret, dia tidak mau. Karena hal itulah sehingga wartawan dan siapa saja yang akan mengambil gambarnya, dilarang oleh keluarga Selvin atau warga Meko. Pernah ada seorang pasien yang disembuhkan, hendak memberikan uang Rp 5 juta pada Selvin. Namun Selvin hanya mengambil Rp 1.000 dan mengatakan, uang itu akan didermakannya untuk gereja di hari Minggu. Perilaku Selvin sendiri, ketika dalam keseharian dan tidak melakukan penyembuhan, terlihat seperti bocah seumurnya. Siswi kelas 3 SD itu terlihat bermain, atau bermanja kepada orang tuanya.

Tapi ketika melakukan penyembuhan, Selvin seperti berubah menjadi seorang dewasa yang bijak. “Kini dari informasi yang saya dengar-dengar, sudah sekitar 10 ribu orang yang datang ke Meko untuk memperoleh kesembuhan,” katanya. Senada disampaikan ibu rumah tangga bernama Rosyana (37). Rosyana mengaku telah melihat langsung proses penyembuhan sang ‘dokter kecil’. Namun kini, Selvin sedang berada di Jakarta bersama seorang ibunya. “Selvin sendiri yang meminta ke Jakarta, dan belum diketahui apa maksudnya ke Jakarta,” terang Rosyana. Sementara itu, di depan rumahnya yang berdekatan dengan balai desa dan lapangan, saat ini telah berdiri tenda-tenda yang dibikin oleh masyarakat untuk menampung orang-orang yang hendak meminta kesembuhan Tuhan lewat Selvin.(np/rik)

“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan- penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu..”
(Yoel 2:28-32)

Pdt Damanik: Ini mujizat luar biasa(1)
Orang Buta Melihat yang Lumpuh Berjalan..

(Harian Komentar/21 Maret 2007). Kisah mujizat dari Desa Meko, turut diamini Pdt Rainaldy Damanik. Bahkan Ketua Umum GKST ini sempat menemui dan berdialog dengan Selvin Bungge di Desa Meko.

“Ketika itu, tanggal 16 Februari malam. Tiba-tiba saya ditelepon. Dan yang menelepon adalah Selvin. Dia meminta saya datang ke Meko. Karena sudah mendengar beritanya, saya kemudian mengiayakan, ” aku Pdt Damanik dalam wawancara dengan Komentar, tadi malam. Ketika bertemu, Selvin menyapa Pdt Damanik dengan sebutan “opa.” “Begitu bertemu, Selvin bilang kepada saya, selamat pagi opa. Baru kali ini saya dipanggil opa. Biasanya masyarakat memanggil saya papa nanda, abang atau Pdt Damanik,” cerita Damanik. Karena penasaran, Damanik pun bertanya kenapa Selvin memanggilnya opa. “Itu agar menjadi teladan,” jawab Selvin seperti dikutip Damanik. Lantas Selvin menarik tangan Pdt Damanik untuk mengajak mendoakan orang-orang yang sedang sakit. Saat itu banyak orang sakit terbaring meminta disembuhkan. “Mereka terbaring sana-sini. Ketika didoakan, saya lihat langsung yang buta bisa melihat dan yang lumpuh bisa berjalan. Saya takjub, luar biasa. Banyak orang yang disembuhkan, ” ungkap Damanik. Menurut Damanik, pada tanggal 19 Februari, dirinya kembali dipanggil Selvin dari Tentena menuju Meko. Ketika bertemu, Selvin mengajaknya ke pantai yang tidak jauh dari Meko. “Dalam dialog itu, Selvin meminta agar tolong mendoakan orang-orang yang mencari kesembuhan. Kata-katanya saat itu bukan seperti keluar dari seorang anak berumur 8 tahun,” kata Damanik. Dalam pembicaraan itu, Selvin mengatakan, “Opa, kalau kita sembuh secara rohani, maka kita sembuh secara jasmani. Dia juga mengatakan, bukankah doa Bapa Kami adalah satu-satunya doa yang diajarkan Tuhan Yesus. Dan maksud Bapa Kami adalah Bapa semua orang,” ungkap Damanik menceritakan pembicarannya dengan Selvin.

Tak hanya itu, Selvin juga, lanjut Damanik, mengatakan, agar semua orang menerapkan isi dari doa bapa kami terutama mengenai “berikan makanan kami secukupnya ….” Selvin meminta agar beritakan kepada orang-orang untuk tidak rakus. “Tapi milikilah makanan secukupnya.”
(rik/bersambung)

Artikel terkait:

Selvin: Ampunilah orang yang bersalah

-Informasi baru tentang Selvin disertai foto jepretan handphone-

Sumber: http://www.jawaban.com